8 Cara Menggunakan Cisco Packet Tracer Untuk Membuat Jaringan Sederhana

Cisco Packet Tracer

Memahami konsep dasar dari Cisco tidak lantas akan membuat kita semakin mahir dalam membuat jaringan dengan Cisco. Maka yang perlu dilakukan adalah dengan secara langsung melakukan praktek dasar.

Yang terpenting dalam prakteknya kita bisa membuat dalam jaringan tersebut setiap komputer dapat saling berkomunikasi. Anda yang sudah pernah belajar praktek dalam kursus cisco mungkin akan terasa mudah melakukan praktek sederhana ini.

Namun berbeda dengan anda yang masih pemula. Ada beberapa cara menggunakan cisco packet tracer yang harus anda pahami dan anda praktekkan secara langsung.

Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Dalam Cara Menggunakan Cisco Packet Tracer

Cisco Packet Tracer

Sebelum secara langsung mempraktekkan pembangunan jaringan secara mendasar dalam cisco packet tracer ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa saja yang perlu kita siapkan untuk memenuhi kebutuhan praktek kali ini. Beberapa hal yang perlu disiapkan seperti :

  1. Instal versi terbaru dari cisco packet tracer.
  2. Peralatan dalam cisco packet tracer yang sangat berguna untuk membangun jaringan sederhana ini seperti; 1 server, 1 switch, dan 1 PC. Semua komponen atau alat tersebut sebenarnya sudah bisa kita dapatkan dalam aplikasi packet tracer ini.

8 Cara Menggunakan Cisco Packet Tracer Dengan Mudah

cara Menggunakan Cisco Packet Tracer

Untuk membangun sebuah jaringan sederhana maka kita perlu melakukan beberapa cara menggunakan cisco packet tracer ini. Dengan kesalahan konfigurasi maka jaringan yang kita bangun dapat dipastikan tidak akan berhasil. Maka dari itu dengan mengikuti cara ini diharapkan anda akan dapat mencapai tujuan dalam membangun sebuah jaringan kecil :

  1. Hal pertama yang perlu dilakukan tentu saja membuka aplikasi cisco yang sudah kita install sebelumnya. Dan setelah kita siapkan semua komponen maka selanjutnya adalah membuat semua komponen saling terhubung dengan kabel. Kebetulan kabel yang cocok untuk komponen switch adalah kabel straight. PC yang dibutuhkan di sini bisa menyesuaikan kebutuhan anda.
  2. Saat memberikan kabel dari server kita perlu menentukan portnya. Pilih fastethernet untuk servernya.
  3. Saat menghubungkan dari server ke switch, tentu saja kita harus menentukan port dari switch juga. Kita bisa memilih salah satu jenis fastethernet yang ada di ssana.
  4. Kita perlu menghubungkan semua PC yang ada pada switch sesuai dengan cara pada point sebelumnya.
  5. Lakukan setting pada ip addressnya server. Setelah klik komponen server maka kita akan diarahkan pada sebuah jendela untuk konfigurasi ip server.
  6. Pada menu config, aturlah ip dengan jenis DHCP dan atur juga ip startnya beserta subnet mask. Jangan lupa tentukan banyak user dengan mengisi kolom maksimal number of user. Dan simpan.
  7. Setting ip dari PC dengan jenis konfigurasi DHCP. Dengan begitu secara otomatis ip PC akan ditentukan oleh server.
  8. Untuk pengetesan koneksi dari tiap PC ke server maka kita hanya perlu memilih komponen pesan yang berbentuk seperti amplop yang ada di sebelah kanan aplikasi. Kita letakkan pada salah satu PC dan ke PC yang lainnya juga. Sehinga akan terjadi proses komunikasi antar PC. Jika Sukses maka akan muncul pesan successful pada jendela simulation.