penyediaan materi bakar di udara

penyediaan materi bakar di langit, tersedialah proses memindahkan materi bakar oleh satu kapal terbang (tangker) ke pesawat lain (peminta) saat melakukan penerbangan.
Prosedur ini dapat kapal terbang penerima bagi terbang lebih lama, memberi jangka jangkau atau jeda operasinya. suatu seri oleh penyediaan materi bakar di langit hanya dikurangi oleh faktor kekelahan oleh awak kapal terbang dan faktor mesin seperti konsumsi oli mesin. Karena kapal terbang penerima bisa memberi bahan bakar di langit, pengisian bahan bakar di langit dapat memungkinkan kapal terbang lepas landas dengan muatan tammateri layaknya senjata, kargo atau personel; dan berat maksimum lepas landas dapat diatasi bersama mengurangi bahan bakar dan mengisinya balik di udara. Alternatifnya, jangka tempuh di landasan pacu dapat dikurangi saat lepas landas karena beban yang kian ringan saat lepas landas.

Dua metode dasar pengisian bahan bakar di langit adalah satelit dan parasut, yang kian mudah diadaptasi burung besi yang telah tersedia, dan boom terbang, yang menawarkan kecepatan pemindahan materi bakar kian besar, namun membutuhkan operator stasiun khusus.

Umumnya, jet penyedia bahan bakar dirancang spesial bagi tugas tersebut, msekipun peralatan pengisian bahan bakar dapat dipasang di jet yang telah tersedia jika yang digunakan sistem satelit dan parasut. dana bagi memperdari peralatan penyediaan materi bakar di jet tangker dan penerimanya dan penanganan khusus pada jet yang melaksanakan penyediaan bahan bakar (bekerja dalam formasi penerbangan yang sangat dekat) membuat aktivitas ini hanya bisa dipakai di operasi militer. Saat ini belum pernah dijumpai aktivitas penyediaan materi bakar di udara pada penerbangan sipil reguler. Awalnya dilakukan sesaat sebelum Perang Dunia II dimulai dalam skala sangat terbatas bagi kapal terbang sipil Inggris Trans-Atlantik, dan setelahnya seusai Perang Dunia II dipakai secara luas bagi memberin jarak tempuh kapal terbang pembom strategis, penyediaan materi bakar sejak tempur Vietnam sudah dengan ekstensif digunakan dalam operasi militer ukuran besar bagi berbgai macam operasi militer yang berbeda.

Sejarah dan Pengembangan

Eksperimen awal
Capt. Lowell H. Smith dan Lt. John P. Richter menerima penyediaan bahan bakar di langit pertama pada 27 juni 1923, oleh sebuah kapal terbang yang diterbangkan oleh Letnan Pertama Virgil Hine dan Letnan Pertama Frank W. Seifert

Beberapa uji coba awal dalam penyediaan bahan bakar di udara dilakukan pada dekade 1920an; dua jet dalam kecepatan rendah terbang dalam barisan, bersama suatu selang diturunkan oleh tangki materi bakar yang dibawa bersama tangan dan ditempatkan dalam lubang pengisian materi bakar jet yang lain. penyediaan materi bakar di udara pertama antara dua kapal terbang terjadi di 27 juni 1923, antara dua kapal terbang bersayap ganda Airco DH-4B milik Layanan Penerbangan Angkatan Darat AS.

Sebuah rekor ketahanan dilakukan dari tiga DH-4B (sebuah penerima dan dua tangker) pada 27-28 Agustus 1923, di mana jet penerima tetap menglangit selama kian oleh 37 jam menggunakan sembilan pengusian bahan bakar di udara untuk memindahkan 687 galon materi bakar jet dan 38 galon oli mesin. Awak yang sama mempertunjukkan peralatan dari teknik ini di 25 Oktober 1923, ketika sebuah DH-4 terbang dari Sumas, Washington, di perbatasan Kanada menuju Tijuana, Meksiko, dan mendarat di San Diego, menggunakan pengisian materi bakar di langit di atas Eugene, Oregon, dan Sakramento, Kalifornia.

dekade 1929, sekelompok penerbangan Korp langit Angkatan Darat AS, yang dipimpin oleh Mayor Carl Spaatz, mencetak batasan kebandelan selama kian dari 150 bersama Question Mark di atas Los Angeles. Antara 11 Juni hingga 4 Juli 1930, empat bersalangit John, Kenneth, Albert, dan Walter Hunter menghasilkan rekor penerbangan 553 jam 40 menit di atas Chicago memakai dua Stinson SM-1 Detroiters selaku tangker dan penerima. Pengisian bahan bakar di udara tetap menjadi hal yang berbahaya hingga tahun 1935 saat Fred dan Al Keybersalangit mempertunjukkan mulut pipa nengisian bahan bakar anti tumpah, yang dirancang oleh A. D. Hunter. Mereka melewati rekor Hunters hampir 100 jam dalam sebuah jet bersayap tunggal Curtiss Robin, tetap menglangit selama lebih oleh 27 hari.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *