4 Rumah Adat Madura dan Keunikannya

Rumah Adat Madura

Jawa merupakan salah satu pulau terpadat sekarang ini. Namun meskipun sudah modern dan banyak perkawinan antar suku tetap saja kita bisa membedakan dan tahu dari suku bangsa apa anda dan tinggal dimana. Termasuk salah satunya adalah suku bangsa Madura yang mendiami sebagian pantai Jawa bagian timur. Dengan total populasi kurang lebih 3.000.000 jiwa. Beberapa masyarakat madura lainnya ada di kota besar lainnya.

Bahasa mereka merupakan bahasa Madura dengan beberapa dialek yang berbeda yaitu Kangean, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo, Bondowoso dan Situbondo. Bahasa Madura juga terbagi menjadi dua yaitu bahasa kasar, menengah dan halus, Bahasa kasar dipakai untuk komunikasi sehari-hari masyarakat. Berbicara soal adat maka kita akan berbicara soal rumah adat, dimana rumah merupakan peninggalan tradisional sebuah suku atau adat yang mengandung banyaka filosofi. Berikut ini deretan keunikan rumah adat Madura. Apa saja ?

1). Hanya Satu Pintu

Rumah Adat Madura

Keunikan pertama datang dari desain rumah yang hanya memilki 1 pintu, rumah ini dimaksudkan agar pemilik rumah dapat mengontrol kegiatan atau aktifitas di bagian depan rumah. Siapa saja yang masuk dan keluar kemudian adakah orang lain yang masuk atau mengganggu keluarga. semuanya bisa dilihat jika 1 pintu.

Keunikan lainnya terletak pada desain pintu, dimana pintu ini dihiasi ukiran-ukiran asli yang indah dengan ciri khas Madura dengan menggunakan warna hujau dan merah yang merupakan lambing kesetiaan dan perjuangan. Warna tersebut bisa dikatakan sebagai ikon atau perlambang dari suku Madura.

2). Dibuat Dekat dengan Saudara

Jika biasanya rumah adat hanya berdiri satu atau dua saja dengan desain yang mewah. Berbeda dengan rumah adat Madura, dimana masyarakatnya membangun rumah disesuaikan denga jumlah keluarga atau saudara.

Bentuk dari rumah persegi saja dengan posisi berendeng dengan rumah-rumah lainnya membentuk plot atau cluster sendiri. Bisa juga rumah-rumah dibangun berbentuk Leter U. Masyarakat madura memang senang berkumpul bersama sanak saudara begitupun dengan pembangunan rumah adatnya.

3). Adanya Jengger Ayam

Selanjutnya adalah hiasan yang digunakan masyarakat Madura khususnya mereka yang memiliki runah adat Madura. Biasanya di bagian depan rumah dipajang atau digunakan jengger ayam untuk hiasan. Tujuan utamanya bukan menampilkan hal mengerikan namun sesepuh dan para pemuka adat ingin mengingatkan bahwa kematian sangatlah dekat.
Posisinya berhadapan layaknya batu nisan, selain itu umumnya hanya rumah induk adat saja yang menggunakannya.

4). Struktur Rumah

Rumah adat Madura memiliki keunikan selanjutnya yaitu bagian dalam rumah menggunakan 4 buah pilar penyangga yang tampak kokoh dan kuat. Apalagi masyarakat Madura terkenal akan pengolahan kayunya sehingga mereka dapat memahami kayu mana saja yang dapat digunakan untuk membangun rumah.

Adapun, Pilar-pilar ini terhubung satu dengan lainnya dan saling mengunci sehingga membentuk sebuah bujur sangkar. Pilar-pilar ini disebut dengan pilar pasarean.

Untuk anda yang penasaran dengan rumah adat Madura atau biasa disebut sebagai tanena lanjang merupakan salah satu pemukiman rumah adat madura. Anda juga dapat menemukannya Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura.

Halaman panjang atau yang terkenal dengan sebutan Tanean Lanjang adalah bukti kekerabatan masyarakat Madura. Selain itu banyak rumah adat madura yang akhirnya di museumkan atau hanya dirawat oleh pemerintah. Hal ini untuk menjaga kelestarian budaya tanpa merenovasi dan menghancurkan rumah adat tersebut.